JATUH KARENA CINTA
Seperti jarak antara waktu dan dunia ini sejengkal jari. Membasahi jiwa-jiwa yang gersang dan hampa akar berkah. Menghalangiku untuk mencapai nikmat dan ridho Tuhanku. Saat itu akau merasaka bahwa ap ayang dinamakan jatuh karena cinta.
Bukan jatuh cinta?
jatuh cinta dan sayang sangatlah indah dirasakan. namun yang paling menyakitkan itu adalah rasa kehilangan. kehilangan dengan apa yang perrnah dimiliki bahkan yang paling berharga adalah sebuah hati yang pergi. mungkin aku hanyalah serpihan -serpihan debu kala itu, yang tertiup angin. namun sebenarnya diriku tidak pernah pergi kemanapun, aku hanya jalan di tempat semula mennati dirimu kembali memegangi jari-jemariku ini. aku fikir ini adalah jalan yang sangat bodoh, meski jalan ini sama dan relnya pun tidak ada yang pernah berubah sama sekali.
jiwaku dna jiwamu kini bersebrangan. duri tajam, ranting, dan kerikil bertebaran di jalan yang aku lalui. tidak lagi seperti dulu, bahwa aku pernah melalui jalan ini bersamamu. Aku mencoba bersandar di sebuha pohon di persimpangan jalan, meski tidak rindang tapi setidaknya bisa menjadi tempatku merebahkan beban ini.
Sore itu hujan telah membasahi bumi. Sore yang seharusnya kulalui bersamamu, namun kini aku telah hampa dan basah bersama hujan. Aku ingin berlari sejauh mungkin namun apalah daya bahwa bayang-bayang dirimu tak henti-hentinya terbentuk oleh titik -titik air hujan di genangan.
Fajriansyah Muhamad
Komentar
Posting Komentar